Arus Balik Nataru Menguat, Penumpang Bakauheni–Merak Naik 7,1%
JAKARTA, 2 JANUARI 2026 – Pergerakan arus balik libur Natal dan Tahun Baru mulai meningkat di sejumlah lintasan penyeberangan utama nasional. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar, khususnya di jalur strategis Bakauheni–Merak dan Gilimanuk–Ketapang.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyebut kenaikan arus balik sejalan dengan berakhirnya masa liburan serta penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA). Meski volume penumpang dan kendaraan bertambah, layanan penyeberangan masih dalam kondisi terkendali.
Berdasarkan data Posko Bakauheni pada 31 Desember 2025, penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa mencapai 24.020 orang, meningkat 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah kendaraan tercatat 5.749 unit, naik 3,7 persen.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada kendaraan truk yang mencapai 2.317 unit atau melonjak 19,6 persen, disusul bus sebanyak 277 unit atau tumbuh 10,4 persen secara tahunan.
Sementara itu, arus penyeberangan dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk menunjukkan dinamika berbeda. Pada H+6, jumlah penumpang tercatat 22.963 orang, turun tipis 1,5 persen dibandingkan tahun lalu. Namun, total kendaraan justru meningkat menjadi 7.698 unit atau naik 8,4 persen.
Lonjakan tertinggi terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 3.760 unit atau meningkat 18,3 persen, disusul truk logistik sebanyak 1.452 unit atau naik 7,2 persen.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan, perusahaan terus memperkuat langkah antisipatif untuk mencegah kepadatan selama arus balik.
Strategi yang diterapkan antara lain delaying system di buffer zone, skema tiba bongkar berangkat (TBB), peningkatan kesiapsiagaan petugas, serta koordinasi lintas instansi.
Dari sisi armada, ASDP mengoperasikan 28 kapal pada kondisi normal. Jumlah tersebut ditingkatkan hingga 33 kapal di lintasan Merak–Bakauheni dan 34 kapal di Ketapang–Gilimanuk saat kondisi sangat padat.
“Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 2–3 Januari 2026. Seluruh skema pengamanan dan pelayanan telah disiapkan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jasa,” kata Windy.
ASDP juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan memesan tiket melalui aplikasi Ferizy, serta mengisi data diri secara akurat guna mempercepat proses layanan di pelabuhan.
Terkait cuaca, ASDP terus berkoordinasi dengan BMKG mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi hingga awal Maret 2026, khususnya di lintasan Jawa–Bali. Pengguna jasa diminta mengutamakan keselamatan dan mencermati informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan.
Secara kumulatif sejak H hingga H+6, penumpang dari Sumatera ke Jawa tercatat 230.350 orang atau meningkat 4,6 persen, dengan total kendaraan mencapai 57.177 unit atau naik 7,3 persen.
Sementara dari Bali ke Jawa, jumlah penumpang tercatat 190.283 orang, turun 2,9 persen, namun kendaraan meningkat menjadi 54.651 unit atau tumbuh 2,3 persen.
Foto : Dok ASDP
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News