Atasi Penurunan Angka Kelahiran, China Luncurkan Persalinan Gratis

photo

Beijing, Minggu 14 Desmeber 2025- Dalam upaya mengatasi penurunan angka kelahiran, pemerintah China mengumumkan akan menggratiskan biaya persalinan di bawah pedoman asuransi nasional, pada tahun depan

Pengumuman pada hari Sabtu (13/12) itu, menyebutkan jika keputusan itu diambil juga untuk mengurangi beban finansial dalam memiliki anak, dengan target mulai tahun 2026 seluruh biaya dasar persalinan sepenuhnya ditanggung oleh program asuransi, sehingga para orang tua tidak perlu mengeluarkan uang sendiri untuk layanan persalinan standar sesuai ketentuan

Namun, layanan tersebut tidak berlaku jika orang tua memilih persalinan di rumah sakit dengan biaya premium atau menggunakan obat-obatan dan material medis yang tidak ditanggung asuransi

Penerima manfaat asuransi persalinan gratis juga bakal diperluas. Dalam keterangannya, Administrasi Jaminan Kesehatan Nasional China mengungkap jika pekerja fleksibel, pekerja migran, serta orang-orang yang bekerja dalam bentuk pekerjaan baru bisa menjadi peserta asuransi melahirkan gratis tersebut

Beberapa wilayah setingkat provinsi di China diketahui telah menggratiskan biaya persalinan sesuai kebijakan masing-masing daerah, diantaranya Jilin, Jiangsu, dan Shandong

Krisis Angka Kelahiran China

China sedang menghadapi krisis demografi serius karena penurunan angka kelahiran. Populasi China telah menurun selama tiga tahun berturut-turut (hingga 2024)

Penurunan ini disebabkan terutama oleh biaya hidup yang tinggi (terutama perumahan dan pendidikan), perubahan prioritas karier generasi muda, dan warisan kebijakan satu anak yang mengubah mentalitas keluarga

Dampaknya adalah penuaan populasi yang cepat, menciptakan beban besar pada sistem pensiun dan kesehatan, serta potensi kekurangan tenaga kerja yang menghambat pertumbuhan ekonomi jangka panjang

Pemerintah telah merespons dengan melonggarkan batasan menjadi tiga anak, menawarkan insentif tunai/subsidi, dan memperpanjang cuti melahirkan untuk mendorong pasangan memiliki lebih banyak anak. Namun, tren ini diperkirakan akan sulit diubah dalam waktu dekat