Britney Spears Ogah Tampil di AS Karena Alasan Sensitif
Los Angeles, Sabtu 10 Januari 2026- Pernyataan mengejutkan dari penyanyi pop dunia, Britney Spears, yang mengatakan enggan kembali tampil di Amerika Serikat (AS)
Melalui unggahan foto dirinya duduk di samping sebuah piano putih, di Instagram pada hari Jumat (9/1), ia menyatakan tidak akan pernah lagi bermain di panggung musik AS, dengan mengisyaratkan akan tampil di Inggris dan Australia
“Aku tidak akan pernah tampil di AS lagi karena alasan yang sangat sensitif,” tulis Britney di keterangannya
“Tetapi aku berharap bisa duduk di bangku dengan mawar merah di rambutku, disanggul, tampil dengan putra saya..di Inggris dan Australia segera,” tambahnya
Britney Spears sendiri telah lama tidak melakukan aktivitas manggung sejak konsernya bertajuk “Piece of Me Tour” tahun 2018. Dirinya terakhir merilis single “Mind Your Business” berkolaborasi dengan will.i.am, pada tahun 2023
Perjalanan Karier dan Perjuangan Hidup Britney Spears sang Princess of Pop
Britney Jean Spears mengawali perjalanannya di dunia hiburan sebagai bintang cilik dalam acara The All New Mickey Mouse Club sebelum akhirnya mengguncang industri musik global melalui debut fenomenal “Baby One More Time” pada tahun 1999
Sebagai sosok yang dijuluki Princess of Pop, ia mendominasi era 2000-an dengan deretan album sukses dan lagu-lagu ikonik seperti “Oops! I Did It Again”, “Toxic”, dan “I’m a Slave 4 U” yang tidak hanya memecahkan rekor penjualan tetapi juga membentuk arah musik pop modern
Meskipun prestasinya di atas panggung sangat gemilang, popularitas tersebut harus dibayar mahal dengan pengawasan media yang sangat agresif, menjadikannya salah satu selebriti yang paling banyak diburu paparazzi dalam sejarah budaya populer
Memasuki tahun 2007, tekanan hidup di bawah sorotan publik memicu krisis kesehatan mental yang menyebabkan Britney ditempatkan dalam sistem perwalian hukum atau conservatorship yang dikendalikan oleh ayahnya selama tiga belas tahun
Selama masa tersebut, segala aspek kehidupan pribadi dan kekayaannya diatur secara ketat hingga memicu gerakan FreeBritney dari jutaan penggemar yang menuntut kebebasannya
Setelah perjuangan hukum yang panjang dan kesaksian publik yang emosional mengenai tekanan yang dialaminya, perwalian tersebut akhirnya resmi dihentikan oleh pengadilan pada November 2021
Kini, ia telah mengambil alih kembali kendali atas hidupnya dan membagikan kebenaran versinya melalui buku memoar terlaris berjudul “The Woman in Me” yang dirilis pada tahun 2023