Jatim –Tiongkok Perkuat Aliansi Ekonomi : Manufaktur, hingga Ekspor Sarang Walet Jatim
SURABAYA, 5 JANUARI 2026 – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat kerja sama ekonomi dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Mulai dari pengembangan sumber daya manusia hingga perdagangan internasional.
Komitmen ini mengemuka dalam pertemuan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan Konsul Jenderal RRT di Surabaya, Ye Su, di Kediaman Konsulat Jenderal RRT Surabaya, Sabtu (3/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kolaborasi strategis, khususnya di sektor pendidikan, industri manufaktur, dan ekspor komoditas unggulan Jawa Timur.
Salah satu fokus utama adalah penyediaan beasiswa dan peningkatan kualitas SDM sebagai fondasi penguatan kerja sama ekonomi jangka panjang.
Khofifah menegaskan, Jawa Timur memiliki basis industri manufaktur yang kuat dan siap menjadi mitra strategis Tiongkok. Pada triwulan III 2025, kontribusi sektor manufaktur Jawa Timur mencapai 31,16 persen, melampaui rata-rata nasional.
Selain manufaktur, potensi ekspor sarang burung walet ke Tiongkok juga menjadi perhatian. Menurut Khofifah, peluang tersebut dapat mendorong nilai tambah ekonomi daerah, dengan catatan pemenuhan standar mutu dan ketentuan karantina internasional.
“Sarang burung walet memiliki prospek besar untuk meningkatkan ekspor Jawa Timur ke Tiongkok jika dikelola dengan standar yang tepat,” ujar Khofifah.
Sementara itu, Konjen RRT Ye Su menyampaikan kesiapan Tiongkok untuk memperluas kerja sama dengan Jawa Timur, baik di bidang pengembangan SDM, pelatihan, manufaktur, maupun perdagangan.
Ia menilai, kesiapan industri dan ekosistem pendidikan Jawa Timur menjadi modal kuat dalam membangun kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan antara Tiongkok dan Jawa Timur.