Kendala Pasokan, Penyerapan Rumah FLPP Tahun 2025 Tercapai 82,9%
Jakarta, Sabtu 10 Januari 2026- Penyaluran rumah subsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang tahun 2025 dilaporkan sebesar Rp29,2 triliun, atau 82,9% dari total target Rp34,64 triliun, seperti diungkap Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono
“Ini kontribusi APBN terhadap perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Di sini bisa kita lihat realisasi program KPR FLPP sebesar Rp29,20 triliun,” ujar Thomas, pada hari Kamis (8/1), dikutip dari Bisnis.com
Angka Rp29,2 triliun tersebut untuk total penyaluran 278.868 unit rumah FLPP dari 350.000 total kuota yang disediakan oleh pemerintah untuk tahun 2025
Sebelumnya pada pertengahan Desember lalu, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan terdapat kendala utama dari sisi supply alias pasokan
“Mengapa tidak 300.000? Karena potensi supply-nya yang masih susah. Demand sebenarnya tinggi, tapi kemampuan supply untuk mendukung agar matching dengan permintaan itu yang masih menjadi tantangan,” jelas Heru
BP Tapera mengungkap jika untuk tahun 2026, mereka menargetkan penyaluran rumah FLPP hingga 285.000 unit dengan anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp37,1 triliun