Kendalikan Banjir, Pemkot Surabaya Bangun Lima Rumah Pompa Baru dan 233 Saluran di 2025

photo

SURABAYA, 2 JANUARI 2026 – Pemerintah Kota Surabaya menempatkan pembangunan infrastruktur dasar sebagai salah satu prioritas utama sepanjang 2025. Selain program pengentasan kemiskinan dan peningkatan ekonomi warga, Pemkot fokus mempercepat pengendalian banjir dan perbaikan jalan melalui sinergi lintas pemangku kepentingan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, penguatan infrastruktur pengendali banjir menjadi agenda strategis yang sejalan dengan RPJMD Surabaya 2021–2026. Upaya tersebut ditujukan agar masyarakat semakin merasakan kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan semangat bersama DPRD, titik-titik banjir bisa dikurangi. Harapannya, warga benar-benar merasakan dampak pembangunan,” ujar Eri, Rabu (31/12/2025).

Sepanjang 2025, Pemkot Surabaya membangun lima rumah pompa baru masing-masing berkapasitas 3,5 meter kubik per detik, yang tersebar di Gayungan, Jambangan, Wonocolo, dan Gunung Anyar. Rumah pompa dinilai krusial untuk mempercepat aliran air ke laut, terutama di wilayah dengan elevasi rendah.

“Kalau hanya mengandalkan gravitasi, air surutnya lama. Karena itu rumah pompa menjadi solusi utama,” jelas Eri.

Selain itu, Pemkot juga membangun dan merevitalisasi saluran drainase di 233 titik dengan total panjang mencapai 56,36 kilometer. Sejumlah kawasan rawan genangan seperti Karah, Pagesangan, Sambikerep, Pakal, hingga Gayungsari telah ditangani secara bertahap. Upaya ini berkontribusi pada penurunan titik genangan hingga 38 lokasi.

Pemkot Surabaya juga mempercepat penyelesaian proyek drainase di kawasan langganan banjir agar rampung sebelum puncak musim hujan Januari–Februari 2026. Salah satunya di wilayah Pakal yang puluhan tahun kerap terendam, kini dinilai lebih aman. Untuk 2026, pembangunan drainase akan diprioritaskan di kawasan Sukomanunggal.

Wali Kota Eri pun meminta dukungan warga serta peran aktif camat dan lurah untuk menjaga fungsi saluran air, termasuk menertibkan bangunan yang menutup drainase.

“Masih ditemukan saluran tertutup bangunan rumah. Warga harus menyesuaikan bangunan sesuai batas tanahnya,” tegasnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Syamsul Hariadi menyebut, ratusan proyek saluran air dikerjakan sepanjang 2025, baik pembangunan baru maupun pelebaran saluran lama. Material batu kali kini diganti box culvert berkapasitas lebih besar untuk meningkatkan daya tampung air.

Pemkot juga menyiagakan Satgas dan petugas rumah pompa selama 24 jam untuk mengantisipasi sumbatan sampah. Saat ini, Surabaya memiliki 81 rumah pompa, dengan lima unit di antaranya dibangun pada 2025.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Surabaya Fathoni mengakui pengendalian banjir masih menjadi pekerjaan jangka panjang, mengingat kondisi geografis Surabaya yang berada di wilayah cekungan serta aliran air dari daerah hulu dan potensi pasang laut.
Meski demikian, DPRD mengapresiasi hasil nyata di sejumlah kawasan yang sebelumnya rutin terendam banjir.

DPRD bersama Pemkot juga menyiapkan skema pembiayaan alternatif agar pembangunan infrastruktur jalan dan pengendalian banjir berlanjut hingga 2027, dengan target manfaat optimal dirasakan masyarakat pada 2028.