Kesadaran Warga Meningkat, Sampah Malam Tahun Baru 2026 di Surabaya Turun Drastis
SURABAYA, 6 JANUARI 2026 – Kesadaran masyarakat Kota Surabaya terhadap pengelolaan sampah terus menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari penurunan signifikan volume sampah saat perayaan malam Tahun Baru 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mencatat, timbulan sampah dari aktivitas malam pergantian tahun kali ini tidak mencapai 5 ton. Angka tersebut anjlok tajam jika dibandingkan dengan malam Tahun Baru 2025 yang menghasilkan sekitar 14 ton sampah.
Kepala DLH Kota Surabaya, Dedik Irianto, menjelaskan bahwa penurunan volume sampah ini tidak terlepas dari imbauan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi agar masyarakat tidak merayakan Tahun Baru secara berlebihan.
Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk empati atas musibah bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh.
“Tahun ini volume sampah hasil kegiatan malam Tahun Baru jauh menurun. Tahun lalu kurang lebih 14 ton, sedangkan tahun ini tidak sampai 5 ton. Aktivitas masyarakat di lapangan berkurang karena mengikuti imbauan Pak Wali Kota untuk tidak mengadakan acara yang terlalu ramai sebagai wujud empati bagi saudara-saudara kita di Sumatera,” ujar Dedik, Jumat (2/1/2026).
Meski volume sampah menurun, DLH Kota Surabaya tetap melakukan pembersihan di sejumlah titik yang menjadi pusat keramaian warga. Beberapa lokasi tersebut antara lain kawasan Gedung Grahadi, Taman Bungkul, kawasan Wisata Kota Lama, serta Taman Suroboyo.
Dedik mengungkapkan, jenis sampah yang ditemukan didominasi
oleh sisa aktivitas konsumsi masyarakat, seperti botol plastik, kardus, dan sisa makanan. Namun, jumlahnya relatif kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Titik-titik itu memang menjadi tempat berkumpul warga, tetapi volumenya tidak banyak. Ini menunjukkan imbauan pemerintah kota didengar dan dijalankan dengan baik oleh masyarakat,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa angka kurang dari 5 ton tersebut merupakan sampah timbulan khusus dari aktivitas malam Tahun Baru, bukan total sampah harian Kota Surabaya.
“Yang kurang dari 5 ton ini murni berasal dari satu kegiatan malam Tahun Baru di jalanan dan ruang publik. Tidak termasuk sampah domestik rutin di TPS. Perbandingannya sangat jauh dan ini menjadi perkembangan positif bagi kebersihan Kota Pahlawan,” pungkas Dedik.