Lima Orang Tewas dalam Aksi Protes di Iran, Presiden Pezeshkian: Jangan Salahkan AS

photo

Teheran, Jumat 02 Januari 2026- Setidaknya lima orang tewas, dan beberapa lainnya terluka, dalam aksi unjuk rasa yang digelar di wilayah barat dan barat daya Iran pada hari Kamis (1/1/2026)

Kantor berita Fars, mengutip dari salah satu pejabat lokal di wilayah tersebut, melaporkan bahwa sekitar 150 orang berkumpul di Lordegan, Provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari, dengan meneriakkan slogan anti pemerintah dan melempari gedung-gedung publik dengan batu

Fars juga melaporkan aksi protes juga terjadi di kota Azna, Provinsi Lorestan, yang dimanfaatkan oleh sekelompok perusuh untuk menyerang markas kepolisian di sana. Tiga orang dilaporkan tewas dan 17 lainnya luka-luka dalam insiden tersebut

Serangkaian gelombang unjuk rasa di awal tahun 2026 merupakan kelanjutan dari unjuk rasa oleh para pedagang di Grand Bazaar Teheran, yang memprotes anjloknya nilai tukar mata uang Iran, rial, serta meningkatnya tekanan ekonomi. Aksi tersebut memicu protes serupa di hampir semua kota-kota di negara tersebut

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, mengakui adanya ketidakpuasan publik terhadap kinerja pemerintah. Ia berjanji pemerintahnnya akan bertanggung jawab atas keterpurukan perekonomian Iran

Dalam pernyataannya, Pezeshkian menghimbau agar para pejabat Iran tidak menyalahkan pihak luar, seperti Amerika Serikat (AS), dalam kekacauan yang melanda negara tersebut