OPPO Hadirkan Gaya Hidup Digital Masa Depan untuk Anak Muda
JAKARTA, 13 JANUARI 2026 – Perubahan gaya hidup urban mendorong transformasi besar di dunia retail. Tidak lagi sekadar tempat jual beli, ruang ritel kini berevolusi menjadi bagian dari gaya hidup.
Tren inilah yang ditangkap OPPO melalui pendekatan baru yang memadukan teknologi, kreativitas, dan ruang sosial dalam satu pengalaman yang relevan dengan generasi muda.
Melalui konsep “Technology & Humanity”, OPPO menghadirkan ekosistem lifestyle digital yang menempatkan teknologi sebagai bagian dari keseharian, bukan sekadar produk.
Ruang yang terbuka, area bersantai, co-working space, hingga kehadiran coffee corner menjadi refleksi perubahan perilaku konsumen urban yang gemar bekerja fleksibel, berkumpul, dan mengeksplorasi teknologi secara santai.
“Teknologi seharusnya terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bukan kaku, tetapi hangat dan personal,” ujar Vice President OPPO Indonesia, Patrick Owen.
Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana sektor retail kini bergeser menjadi ruang interaksi sosial yang bernilai ekonomi, sekaligus menciptakan pengalaman yang mendorong keterlibatan emosional konsumen.
Teknologi Jadi Bagian dari Gaya Hidup
Sentuhan teknologi futuristik hadir melalui humanoid robot yang berperan sebagai pemandu interaktif. Robot dengan kemampuan gerak presisi ini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga berinteraksi secara atraktif, termasuk menari dan merespons perintah dari perangkat OPPO.
Kehadiran teknologi ini memperlihatkan bagaimana kecerdasan buatan dapat diterapkan secara menyenangkan dalam ruang publik.
Selain itu, teknologi 3D printing membuka ruang personalisasi bagi pengunjung untuk menciptakan aksesori ponsel sesuai karakter masing-masing. Proses ini memberi pengalaman kreatif sekaligus menegaskan pergeseran ekonomi kreatif berbasis teknologi, di mana konsumen tak hanya membeli, tetapi ikut mencipta.
Perpaduan Teknologi dan Identitas Lokal
Di tengah nuansa futuristik, OPPO tetap menanamkan identitas lokal melalui elemen desain seperti anyaman rotan, dinding hijau, dan area komunitas yang mengusung konsep Jakarta Green Wall.
Perpaduan teknologi modern dan unsur budaya lokal ini menciptakan suasana yang akrab, sejalan dengan karakter masyarakat urban Indonesia.
Tak ketinggalan, kehadiran karakter ikonik Ollie menjadi jembatan emosional OPPO dengan generasi muda. Visual yang playful dan ekspresif ini memperkuat pendekatan brand yang ingin tampil dekat, kreatif, dan relevan dengan gaya hidup anak muda.
Transformasi ini mencerminkan strategi baru pelaku industri teknologi dalam menghadapi persaingan pasar. Alih-alih mengandalkan penjualan semata, retail kini menjadi investasi pengalaman yang mendorong loyalitas, memperpanjang waktu kunjungan, dan menciptakan nilai ekonomi jangka panjang.
“Ke depan, retail bukan hanya soal teknologi tercanggih, tetapi bagaimana teknologi bisa hadir secara lebih bermakna dalam kehidupan konsumen,” tutup Patrick.
Dengan pendekatan ini, OPPO menunjukkan bahwa masa depan retail berada di persimpangan teknologi, lifestyle, dan human experience—sebuah strategi yang kian relevan di tengah perubahan perilaku konsumen urban dan ekonomi digital yang terus berkembang.