Pemimpin Greenland Tolak Klaim Kepemilikan AS

photo

Greenland, Sabtu 10 Januari 2026- Para pemimpin lintas partai di Greenland mengeluarkan pernyataan bersama yang tegas pada Jumat (9/1) malam waktu setempat untuk menolak ambisi AS atas wilayah mereka

Mereka menuntut diakhirinya pengabaian terhadap kedaulatan negara mereka dan menegaskan identitas nasional sebagai rakyat Greenland, bukan sebagai bagian dari Amerika ataupun Denmark

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas ambisi Presiden AS Donald Trump yang secara terang-terangan menyatakan bahwa perjanjian sewa pangkalan militer tidak lagi cukup dan AS menginginkan kepemilikan penuh atas wilayah strategis di Arktik tersebut

Trump berargumen bahwa Greenland sangat krusial bagi keamanan nasional negaranya, terutama dengan klaim adanya peningkatan kehadiran kapal Rusia dan China di wilayah tersebut

Namun, ambisi AS ini mendapat tentangan keras tidak hanya dari rakyat Greenland, tetapi juga dari sekutu NATO termasuk Denmark, Kanada, dan negara-negara besar Eropa

Mereka menekankan bahwa kedaulatan dan integritas wilayah harus dijunjung sesuai Piagam PBB, serta mengingatkan bahwa masa depan Greenland hanya boleh diputuskan oleh rakyatnya sendiri dan Denmark

Ketegangan ini semakin memuncak di tengah kekhawatiran global atas tindakan militer AS terhadap Venezuela baru-baru ini

Selain faktor keamanan dan lokasi strategis untuk sistem peringatan dini rudal di pangkalan Pituffik, daya tarik Greenland juga meningkat karena kekayaan sumber daya alamnya

Mencairnya es akibat perubahan iklim telah membuka akses terhadap cadangan mineral langka, uranium, besi, hingga potensi minyak dan gas yang signifikan. Untuk meredakan situasi, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan akan mengadakan pembicaraan dengan pihak Denmark pada minggu depan

sumber: bbc