Puluhan Ribu Orang Tandatangani Petisi Deportasi Rapper Nicki Minaj

photo

Los Angeles, Selasa 06 Januari 2026- Puluhan ribu orang telah menandatangani petisi yang berisi seruan untuk mendeportasi rapper wanita Nicky Minaj

Melalui Change.org, petisi yang meminta agar Minaj dideportasi dari Amerika Serikat kembali ke negara asalnya, Trinidad dan Tobago, muncul sebagai bentuk protes publik atas kontroversi yang melibatkan dirinya

Petisi itu dibuat menyusul kehadirannya di acara “AmericaFest Turning Point” pada 21 Desember 2025, bersama janda tokoh media sayap kanan mendiang Charlie Kirik-sekutu dekat Donald Trump-, Erika Kirk

Diketahui Charlie Kirk adalah aktivis politik konservatif, penulis, dan tokoh media asal Amerika Serikat yang dikenal karena peran pentingnya dalam gerakan MAGA (Make America Great Again). Ia juga founder “Turning Point “, sebuah organisasi yang mendukung kebijakan imigrasi Trump

Masyarakat menilai Minaj telah merubah prinsipnya, yang semula menentang aturan imigrasi Trump, kini berbalik mendukung. Kehadirannya pada acara Turning Point dengan menyebut Trump dan Wakilnya Vince, sebagai panutan, bahkan mengapresiasi campur tangan Trump atas dugaan penganiayaan umat kristen di Nigeria, seolah menegaskan dukungannya

“Saya ingin berterima kasih kepada Presiden trump karena telah memprioritaskan masalah ini. Dan kepemimpinannya di panggung global dalam menyerukan tindakan mendesak untuk membela umat kristen di Nigeria dan untuk memerangi serta menghentikan kekerasan terhadap mereka yang hanya igin mengekspresikan hak alami mereka atas kebebasan bergama dan berkeyakinan,” ujar Minaj, dikutip dari billboard

Diterbitkan pada 27 Desember 2025, petisi dengan foto Minaj bertepuk tangan dengan Erika,telah mencapai lebih dari 70.000 tandatangan.

Deskripsi petisi tersebut berbunyi, “Mendeportasi Nicki Minaj kembali ke Trinidad akan menjadi pengingat bahwa tokoh publik perlu bertanggung jawab atas kata-kata mereka dan berdampak yang lebih luas yang mereka berikan pada berbagai komunitas.”

“Mendeportasi Nicki Minaj kembali ke Trinidad dakan menjadi pengingat bahwa tokoh publik perlu bertanggung jawab atas kata-kata mereka dan dampak yang lebih luas yang mereka berikan pada berbagai komunitas,” bunyi deskripsi itu kemudian