Skandal Fifty Fifty: Putusan Gugatan CEO Attrakt terhadap Ahn Sung-il Diumumkan Minggu Depan
Seoul, Selasa 06 Januari 2026- Pengadilan Distrik Pusat Seoul dijadwalkan akan membacakan putusan penting pada 15 Januari mendatang terkait gugatan ganti rugi tingkat tinggi yang diajukan oleh CEO Attrakt, Oscar Chun. Gugatan ini ditujukan kepada Ahn Sung-il, pimpinan perusahaan produksi The Givers, yang dituduh menjadi dalang di balik sengketa kontrak girl group Fifty Fifty
Putusan ini menandai titik balik setelah proses hukum yang panjang selama dua tahun empat bulan. CEO Oscar Chun menuntut ganti rugi sebesar 2,1 miliar won atau sekitar US$1,45 juta dari Ahn Sung-il dan direktur senior Baek Jin-sil
Pihak Attrakt melayangkan beberapa tuduhan serius, mulai dari upaya pembujukan artis untuk pindah agensi secara ilegal, penggelapan dana lebih dari 150 juta won, hingga tindakan sabotase seperti penutupan kafe penggemar dan penghapusan email internal
Di sisi lain, tim hukum Ahn Sung-il membantah tuduhan tersebut dengan mengklaim bahwa kontrak kerja sama mereka berakhir atas kesepakatan bersama. Mereka juga bersikeras bahwa The Givers hanya memiliki peran minimal dalam perselisihan antara para anggota Fifty Fifty dan agensi mereka.
Konflik ini sendiri bermula tak lama setelah Fifty Fifty meraih kesuksesan global lewat lagu hit Cupid. Dari empat anggota asli, hanya Keena yang memutuskan kembali ke Attrakt, sementara Saena, Sio, dan Aran akhirnya keluar dan kini telah melakukan debut ulang sebagai grup bernama Ablume di bawah naungan Massive E&C
Sementara itu, Fifty Fifty telah diorganisasi ulang oleh Attrakt sebagai grup beranggotakan lima orang. Putusan pada 15 Januari nanti akan menjadi penentu legalitas atas dugaan manipulasi yang selama ini menyelimuti perjalanan karier grup tersebut
sumber: The Korea Herald