Wakil Ketua DPRD Jatim, Sri Wahyuni : Kawal Program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Tahun 2026

photo

SURABAYA, 2 Januari 2026 – Program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial, menjadi fokus kerja DPRD Jatim tahun 2026. Penegasan ini dikatakan Wakil Ketua DPRD Jatim, Sri Wahyuni, di kantornya, Jumat (2/1/2026). 

Menurutnya, DPRD berkomitmen 2026, akan melakukan peningkatan kualitas pendidikan dan pemerataan layanan kesehatan sebagai agenda utama.

“Fokus kerja kami di tahun 2026 adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur melalui beberapa sektor prioritas. Kami akan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Kita akan kawal itu,” ujar Sri Wahyuni.

Selain itu, Politisi asal fraksi Partai Demokrat itu juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata di Jawa Timur. “Kami akan memperkuat konektivitas infrastruktur antardaerah secara adil dan modern,” katanya.

Penguatan konektivitas antardaerah, menjadi faktor penting dalam mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di daerah. Pada sisi penganggaran, Sri Wahyuni bakal mengoptimalkan fungsi pengawasan terhadap implementasi APBD 2026.

“APBD Jawa Timur telah disahkan dengan pendapatan daerah sebesar Rp26,3 triliun dan belanja daerah sebesar Rp27,2 triliun harus dapat diwujudkan dengan efektif dan efisien,” ungkapnya.

Pihaknya akan terus mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan, sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Kami juga akan terus berdialog dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk menyerap aspirasi, sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan,” katanya.

Legeslator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Bojonegoto – Tuban ini berharap, dengan sinergi antara legislatif dan eksekutif serta dukungan masyarakat target pembangunan Jawa Timur pada 2026 dapat tercapai.

“Dengan sinergi yang baik dan partisipasi aktif masyarakat, kami yakin Jawa Timur dapat menjadi lebih sejahtera dan maju,” tegasnya.

Kawal Anggaran 2026

Sementara itu Anggota DPRD Jatim, Fauzan Fuadi, mengatakan, salah satu fokus utamanya adalah mengawal pemerintah agar secara konsisten mengalokasikan anggaran pada program pemberdayaan masyarakat sebagai langkah konkret menekan angka kemiskinan.

Ditegaskan,  kebijakan anggaran harus berpihak pada rakyat kecil dan menjawab persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat Jawa Timur. “Resolusi di tahun 2026 adalah mengawal pemerintah agar anggaran daerah benar-benar diarahkan pada pemberdayaan masyarakat. Tujuannya jelas, untuk menekan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup warga,”tegasnya.

Dijelaskan terdapat tiga sektor utama yang menjadi perhatian, yakni kesehatan, pendidikan, dan lingkungan hidup. Di sektor kesehatan, ia mendorong penguatan layanan kesehatan yang merata dan mudah diakses, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

Sementara di bidang pendidikan, menekankan pentingnya pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan sebagai investasi jangka panjang dalam memutus mata rantai kemiskinan.

“Akses kesehatan yang mudah dan pendidikan menjadi hal yang mendasar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jatim akan berkembang jika warganya sehat dan pendidikannya merata,” ujarnya.

Tak kalah penting, Fauzan menyoroti persoalan lingkungan dan ekologi. Ia mengingatkan bahwa sepanjang tahun 2025, Jawa Timur dilanda berbagai bencana alam yang sebagian besar dipicu oleh menurunnya kepedulian terhadap lingkungan.

Lanjut Fauzan, berkomitmen mengawal kebijakan pemerintah daerah agar pembangunan ekonomi sejalan dengan pelestarian lingkungan, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara berkelanjutan.

“Bencana alam yang terjadi di Jawa Timur harus menjadi pelajaran bersama. Pencegahan ke depan harus dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan kebijakan berbasis ekologi,” pungkasnya.